HADIAH DARI MALAYSIA DI HUT RI Ke-65

Menjelang hari kemerdekaan RI (Republik Indonesia) yang ke-65 yang jatuh pada bulan Ramadhan. Indonesia disambut dengan suatu pemberian Kado Ulang tahun oleh malaysia. Yakni: pristiwa yang menyakitkan penangkapan Pegawai pegawai negeri sipil oleh ditangkap polisi Malaysia atau PDRM (Polis Diraja Malaysia) di perbatan Laut . Indoneisa dengan malaysia suatu negara yang baru mempunyai konflik. Tapi kedua negara itu mulai sejak 1961, saat preristiwa pembagian pulau kalimantan.

Kita korek sedikit perjalan Konflik Antara Indonesia dengan Malaysia. Pada tahun 1961 Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya, Federasi Malaya dengan membentuk Federasi Malaysia.

Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Filipina juga membuat klaim atas Sabah, dengan alasan daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kesultanan Sulu.

Di Brunei, Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) memberontak pada 8 Desember 1962. Mereka mencoba menangkap Sultan Brunei, ladang minyak dan sandera orang Eropa. Sultan lolos dan meminta pertolongan Inggris. Dia menerima pasukan Inggris dan Gurkha dari Singapura. Pada 16 Desember, Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) mengklaim bahwa seluruh pusat pemberontakan utama telah diatasi, dan pada 17 April 1963, pemimpin pemberontakan ditangkap dan pemberontakan berakhir.

Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Federasi Malaysia apabila mayoritas di daerah yang hendak dilakukan dekolonial memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh PBB. Tetapi, pada 16 September, sebelum hasil dari pemilihan dilaporkan. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, tanpa tempat untuk turut campur orang luar, tetapi pemimpin Indonesia melihat hal ini sebagai perjanjian Manila Accord yang dilanggar dan sebagai bukti kolonialisme dan imperialisme Inggris.

Soe karno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan demonstrasi anti-Indonesian yang menginjak-injak lambang negara Indonesia dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. Soekarno memproklamirkan gerakan Ganyang Malaysia melalui pidato beliau yang amat bersejarah.

Dan di Ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-65 ini Malaisia kembali membuat ulah dengan melakukan Penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau (DKP Kepri) yang berpatroli di perbatasan laut oleh Pasukan Gerak Marin atau Marine Police Malaysia (MPM) . Para petugas DKP tersebut ditodong senjata dan disandera patroli kesatuan di bawah Polis Diraja Malaysia (PDRM) itu saat mengamankan tujuh nelayan Malaysia yang mencuri ikan dan menerobos batas laut Indonesia.

Dalam rialitas tanggal 13 Agustus 2010 di perbatasan itu yang sebernya itu kapal warga malaysia yang secara kasat mata itu benar-benar salah melanggar masuk perbatasan Indonesia dan Indonesia lah yang sangat dirukin dengan penangkapan ikan Ilegal yang di lakukan oleh kapal Malaysia. mengapa malah Indonesia yang salah dan di tangkap oleh malaysia? Penangkapan Ini adalah suatu pelecehan yang sangat menyakitkan bagi bangsa indonesia. Kalau Kemenlu serta Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia memprotes keras pemerintah Malaysia. Dan hanya berkomunikasi dan menginstruksi KBRI Kuala Lumpur maupun berupaya membebaskan mereka. Itu semua bukanlah sifat tegas dari pemerintah, itu sifat pengecut yang di tunjukan dan kelemahan Bangsa Indonesia.

Tapi pemerintah indonesia harus mampu menghukum seberat-beratnya. Kalau tidak perbuatan sperti itu akan terus dilakukan oleh Malaysia, itu sama saja dengan penjajahan. Karena ini sudah berkali dilakukan oleh malaysia terhadap Indonesia. Tapi pemerintah sekarang tidak mampu mngambil keputusan yang bener-bener tegas dan berani, Bukan dari sikap pengecut. Rakyat sudah bosan merasakan pelecehan dan ketidak adilan yang di lakukan oleh tetangga sendiri.

Walau Indonesia adalah negara tetangga dengan Malaysia yang mempunyai hubungan baik. dengan realitas seperti itu dan beberapa bukti realitas yang seudah menginjak-nginjak harga diri bangsa sepeti pelecehan terhdap TKW di malaysia dan ketidak manusiawian yang dilakukan oleh Tki di malay sia. Dan perebutan Malaysia memperebutkan Blok Ambalat di Laut Sulawes, dan pencurian wilayah, serta pristiwa menggunakan kebudayaan Tari Pendet yang diakui dan digunakan sebagai iklan Enigmatic Malaysia di Discovery Channel. itu salah satu bentuk dari tindakan Malaysia tidak lagi menghormati dan menghargai indonesia. Buat apa kita menghormati dan menghargai bangsa lain kalu bangsa itu tidak menghormati dan menghargai bangsa Kita.

Hubungan baik antar suatu negara bukanlah sekedar memikirkan hubungan baik terhadap suatu Satu relasi pemerintah saja atau individu pemerintah saja. Tapi dari keseluruhan rayat indonesia karena negara indonesia adalah sekumpulan orang Rayat. Kalau rayatnya tertindas maka kehormatan bangsa itu akan turun.

Dan itu sudah terbukti oleh bangsa kita yang di perlakukan seperti itu oleh malaysia. Tidak adanya ketegasan dari seorang pemimpin indoneisa. Apakah beberapa kali di perlakukan secara tidak adil itu adalah sifat mengalah? Mengalah ko” terus. Apa kita takut? Itu menjadi misteri dimalam Kemerdekaan Ke-65.

Di HUT RI yang Ke-65 ini butuh bentuk dari ketegasa dari seorang pemimpin mantan seorang meliter yang tegas, tanggap. Kalau ini dibiarkan hanya menjadi pelepasan ketiga tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau. Menjadi bukti kelebahan bangsa indonesia, bangsa seorang pengecut, dan penakut. Yang mampu menjah dan berlaku keras terhadap rakyatnya sendiri.

Pengusuran tempat tinggal, penggusuran pasar tradisonal, tapi tak mampu menindak tegas musuh nyatanya yakni Malaysia. Yang secara terang-terang mau mengambil dan merebut wilayah di tanah Air Kita tercinta. Dan sekarang lah waktu untuk mengulang Pada 16 Agustus 1963 . perang dengan Malaysia. Yang pernah di lakukan Soe Karno tahun 1963 yaitu Ganyang Malasyia.

Walau Umur bangsa kita Sudah 65 tahun tapi kita tetap terjajah secara Ekonomi, dan Budaya yang semakin terkikis. Apakah kita mau terjajah secara fisik lagi.

Kibaran Merah Pitih bukan lah hiasa Kota-kota di Indonesia saja. Tapi Merah putih harus menjulang tinggi dijiwa bangsa kita di hati rakyat Indonesia. Sekarang butuh sosok eorang Bung Karno yang tegas dalam mengambil keputusan dalam membela martabat bangsa dan nama baik bangsa. Yang mampu membangkitkan semangat rasa juang yang tinggi dan mampu kembali mengprogklamirkan yg di lakukan di masa Bung Karno.

Dalam semngat kemerdekan ini pemerintah indonesia mampu mengambil sikap terhadap tingkah laku yang dilakukan oleh Malaysia. Kami berharap di HUT RI yg Ke-65 ini pemerintah membaerikan bukti kepada rakyar Indonesia bahwa pemerintah tidak hanya berani hanya orang sipil tapi berani berperang melawan bangsa yang menginjak-nginjak harga diri bangsa.

Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo…ayoo… kita… Ganjang…
Ganjang… Malaysia
Ganjang… Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Soekarno.

About alqonews

tolalitas pada sesuatu itu dalah keharus dalam pilihan hidup. ihktiar suatu yg wajib dilakun semakin sempitnya dunia terhadap ruang gerak individu yang termajilakan secara sistem. kebebasa adalah hak mutlak..!!
This entry was posted in Kolom. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s