Renca SKS Untuk Sekolah Yang Sudah Siap

JAKARTA – Rencana BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan menggulirkan sistem satuan kredit semester (SKS) pada tingkat SMP dan SMA dinilai sebagian pengamat pendidikan sebagai rencana yang tidak disertai pemikiran matang. Sistem SKS bukan sebuah upaya prioritas untuk meningkatkan pendidikan saat ini.

Demikian ditegaskan pemerhati dan peneliti bidang pendidikan Erlin Driana kepada Kompas.comdi Jakarta, Rabu (25/8/2010). Menurutnya, pemerintah dinilai terlalu cepat untuk memakai sistem ini tanpa memperhatikan realitas yang ada pada kondisi pendidikan di Indonesia yang saat ini begitu timpang.

“Yang utama itu bukan pada sisi jumlah SKS yang harus dipenuhi agar siswa lebih cepat lulus, tapi pada pilihan-pilihan mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan minat dan kemampuan siswa. Hal ini nantinya lebih diperlukan siswa untuk kesiapan mereka ke perguruan tinggi,” ujar Erlin.

Menurutnya, jauh sebelum rencana tersebut benar-benar digulirkan, sebaiknya pemerintah lebih dulu menyiapkan perangkatnya, yaitu kondisi sekolah dan sumber daya manusianya.

Sosialisasi untuk program ini pun harus bagus agar sekolah benar-benar siap menerapkannya. Pada kesempatan berbeda, Koordinator Education Forum (EF) Suparman mengatakan, dilihat dari konsep idealnya, sistem SKS memang cukup ideal. Hanya, banyak guru belum memahami secara utuh rencana penerapan SKS ini.

“Kalaupun sudah tersosialisasi umumnya mereka masih bingung penerapannya akan seperti apa?. Zaman dulu, tahun 1984, juga pakai sistem SKS, cuma penerapannya menggunakan sistem Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK. Nah, kalau ini kan mengadopsi SKS yang ada di di perguruan tinggi,” kata Suparman. Sekolah-sekolah tidak diharuskan mengikuti program sistem satuan kredit semester (SKS). SKS hanya akan diterapkan bagi sekolah-sekolah yang sudah siap, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusianya.

Demikian hal itu Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Nasional, Suyanto, di , terkait rencana pemerintah menggulirkan sistem SKS di sekolah tingkat SMP dan SMA atau sederajat.

“Sekolah-sekolah berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) yang akan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) saya rasa paling cocok untuk diterapkan sistem SKS ini,” ujar Suyanto kepada Wartawan.

Suyanto menambahkan, dengan adanya SKS di sekolah, anak didik bisa selesai sekolah lebih cepat dari yang ditentukan. Tetapi, sistem SKS ini harusnya diimbangi dengan kesiapan fasilitas dan SDM pendukungnya.

“Jika sekolah biasa tidak siap, ya, sudah, tidak usah diterapkan program SKS. Soal ini memang masih harus terus disosialisasikan sambil menunggu kesiapan sekolah,” lanjut Suyanto.

Diberitakan sebelumnya, Rabu (25/8/2010), Badan Standar Nasional Pendidikan (SBNP) menyatakan, sistem SKS, seperti di perguruan tinggi, akan diterapkan di jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. Penerapan sistem belajar ini dinilai pemerintah memberikan keleluasaan bagi siswa untuk belajar sesuai bakat, minat, dan kemampuannya.

About alqonews

tolalitas pada sesuatu itu dalah keharus dalam pilihan hidup. ihktiar suatu yg wajib dilakun semakin sempitnya dunia terhadap ruang gerak individu yang termajilakan secara sistem. kebebasa adalah hak mutlak..!!
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s