Perampok Senpi Toko Emas Tertangkap

JAKARTA– Beberapa hari setelah perampokan toko mas kemaren, dari bebera papihak menekan KAPOLRI  untuk segera menangkap perampok tersebut . akhirnya sebelas perampok tiga toko emas di Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, pada 6 Agustus lalu ditampilkan oleh jajaran Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya di hadapan wartawan kemarin (25/8). Polisi juga memublikasikan tujuh pistol rakitan yang disita dari para perampok. Senjata api (senpi) tersebut diperoleh para perampok dari pasar gelap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Boy Rafli Amar menjelaskan, sebelas orang tersebut meliputi lima pelaku utama yang menjadi eksekutor perampokan. Salah seorang di antaranya tewas. Dia adalah Puja Kesuma alias Kerisna alias Kris, 35. Dia tewas setelah ditembak polisi di Ambarawa, Jawa Tengah. Selain itu, pelaku utama perampokan adalah Afrizal alias Rizal alias Ardiansyah, 28, yang ditangkap di Padang Pariaman, Sumatera Barat; Kartono bin Rayianto, 38, yang dibekuk di Ambarawa, Jawa Tengah; Dayat, 32, yang diringkus di Lampung; serta Iwan, 35, yang ditangkap di Lampung.

Sementara itu, tiga orang lainnya bertindak sebagai penadah emas hasil perampokan. Ketiganya ditangkap di persembunyian mereka, yakni rumah di kawasan Cimanggis, Depok. Mereka adalah Junaedi alias Jhon, 32; Asep Sofyan, 42; dan Ahmad Khotip alias Hotip, 33.

Polisi juga menangkap dua penghubung (makelar) eksekutor dan penadah. Yakni, Firdarmansyah alias Darman, 32, yang ditangkap di Kramat Jati, Jakarta Timur, dan Hendrizal, 31, yang dibekuk di Cengkareng, Jakarta Barat.

“Seorang pelaku bertugas menyediakan safe house (rumah untuk bersembunyi) bagi rekan-rekannya setelah perampok bernama Margono alias Nano, 34, ditangkap di Ambarawa, Jawa Tengah,” terang Boy. Sementara itu, tujuh perampok yang kini masih diburu adalah Ipang, Samba, Alex, Roy, Tamir, Buyung, dan Rudi.

Dalam penangkapan tersebut, disita sebatang emas seberat 1,234 kg. Batangan itu merupakan emas yang dilebur dari berbagai jenis perhiasan, seperti cincin, kalung, dan liontin hasil perampokan. Termasuk, 5,6 kg perhiasan emas yang belum diedarkan oleh penadah.

Afrizal, otak sekaligus pelaku perampokan Tebet, mengatakan bahwa kelompoknya tidak hanya beraksi di Toko Emas Ayung, Keris Mas, dan Indah Baru di Tebet. Mereka juga beraksi di Tambun, Bekasi; Cibitung dan Wanaherang, Bogor; serta Karawang. Seluruh target perampokan berada di wilayah Jawa Barat.

Dia mengaku, setelah beraksi, semua anggota tim eksekutor perampokan memperoleh bagian. Minimal, masing-masing dapat Rp 50 juta. Uang tersebut diberikan langsung begitu emas hasil perampokan disetorkan kepada penadah. Perantara dan penampung para eksekutor menerima bagian kurang dari Rp 10 juta. “Tetapi, kalau ada, kelebihan hasil penjualan emas kami bagikan lagi kepada penadah,” tutur Afrizal.

Dia menjelaskan, setelah merampok toko emas Tebet, komplotan tersebut berkumpul di sebuah taman di Cijantung, Jakarta Timur. Di sana, mereka mengumpulkan emas rampokan. Selanjutnya, semua emas tersebut disetorkan kepada penadah yang telah menyiapkan uang. Begitu dapat uang bagian, mereka langsung pulang kampung ke Padang Pariaman. Mereka baru kembali ke Jakarta beberapa minggu atau bulan setelah mendapatkan perintah untuk merampok lagi.

Kartono menambahkan, komplotannya melakukan survei lapangan di sekitar Pasar Bukit Duri pada Kamis lalu (5/8) atau sehari sebelum perampokan. Tujuannya, mempelajari rute perampokan dan pelarian. “Saya dan Kris menyurvei lokasi dengan mobil rental (persewaan, Red),” ujarnya.

Sementara itu, Boy menuturkan bahwa Polda Metro Jaya juga menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan selama Juni hingga Agustus di wilayah Polda Metro Jaya. “Kami mengamankan barang bukti berupa 17 pucuk senpi, termasuk yang berasal dari para perampok Toko Emas Bukit Duri,” ujarnya. Senpi yang disita, antara lain, tujuh pucuk pistol rakitan, tiga pistol FN, dua pistol revolver, dan dua pistol berjenis colt.

Menurut Boy, Polda Metro Jaya terus menelusuri perdagangan senpi rakitan dan ilegal untuk perampokan. Berdasar evaluasi terhadap kejahatan selama tiga bulan terakhir di wilayah Polda Metro Jaya, senpi yang digunakan para penjahat -baik organik maupun rakitan- didapatkan dari pasar gelap. “Kami telah meminta petugas pelabuhan mengawasi dengan lebih ketat,” katanya.

Dia menegaskan, sejak awal 2005 kepolisian tidak mengeluarkan izin kepemilikan senpi baru maupun perpanjangan izin senpi lama. Karena itu, dia berani memastikan, selain milik anggota TNI dan Polri, semua senjata yang beredar ilegal. “Kalau masih ada warga sipil yang memiliki senjata api, berarti ilegal,” tuturnya.

Berdasar data Polda Metro Jaya, terdapat enam kasus kejahatan yang menggunakan senpi rakitan dan organik selama Juni hingga Agustus. Jumlah tersangka yang dibekuk 19 orang. Sementara itu, sepuluh penjahat lain masuk daftar pencarian orang (DPO).

Awal Juni lalu, polisi menangkap Andi Dana alias Kopek dan Sahrudin alias Cabe di SPBU Parakan, Jalan Raya Pamulang, Tangerang, atas percobaan perampokan dengan senpi. Dari mereka, disita sepucuk pistol revolver dan enam peluru.

Pada 21 Juni 2010, polisi menangkap Sugeng dan Sutrisno alias Joko alias Alex di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur. Mereka ditangkap atas kepemilikan senpi rakitan dan kendaraan tanpa surat sah. Dari keduanya, disita sepucuk senpi rakitan dan pistol revolver berikut 18 peluru.

Selanjutnya, pada 19 Juli 2010 ditangkap Slamet Riyadi di Jalan Taman Sari Mahpar dengan barang bukti empat pistol revolver berikut empat peluru. Pada 4 Agustus lalu, ditangkap Iswanto, Bambang, dan Amir alias Anton di Jalan Kamboja, Gang Dahlia, Kebon Pala RT 10/RW01, Jakarta Timur, dengan barang bukti dua pistol revolver dan 14 butir peluru.

Lantas, pada 23 Agustus 2010, ditangkap Didan Doni Caniago alias Jidan, Anton, dan Syahrial di Jalan Gatot Subroto. “Terakhir, kami menangkap sebelas pelaku perampokan toko emas Tebet dengan barang bukti tujuh pistol,” tegas Boy.

About alqonews

tolalitas pada sesuatu itu dalah keharus dalam pilihan hidup. ihktiar suatu yg wajib dilakun semakin sempitnya dunia terhadap ruang gerak individu yang termajilakan secara sistem. kebebasa adalah hak mutlak..!!
This entry was posted in Peristiwa. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s