Perlu Kerjasama Semua Elemen Untuk Eksploitasi Tenun

Jakarta- Hasil tenun tradisional Indonesia sebenarnya tidak kalah dari tenun mancanegara, terutama dalam motif dan warnanya. Hanya saja, potensi tenun belum tergali dan tereksploitasi secara maksimal.

“Oleh karenanya kerjasama antara pecinta, perajin, dan desainer akan sangat menentukan keberadaan tenun Indonesia,” ujar Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono ketika menghadiri Peresmian Pesta Tenun dan Peluncuran Buku Tenun: Handwoven Textile of Indonesia, yang diselenggarakan Perkumpulan Cita Tenun Indonesia (CTI), Jumat (27/8) pagi, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Ibu Ani mengatakan, kendala yang paling sering dihadapi para perajin tenun tradisional adalah masalah bahan baku, yaitu benang dan pewarna yang harganya cukup mahal karena masih impor. Oleh karena itu, Ibu Ani berharap agar ke depan dapat segera dikembangkan pewarna alam yang ramah lingkungan dengan berbahan baku dari beraneka ragam tumbuhan yang ada di Indonesia. “Untuk itu, kiranya CTI dapat menjadi pelopor, bekerjasama dengan kementerian terkait maupun lembaga peneliti lainnya, guna menemukan bahan pewarna alam itu,” Ibu Ani menjelaskan.

Tak lupa Ibu Negara mengucapkan apresiasinya kepada CTI dan mitra CTI atas dedikasinya yang sudah melakukan terobosan terkait pelestarian tenun dengan cara memberikan pelatihan, pembinaan, dan pengembangan kapasitas perajin. Ibu Ani meminta CTI terus bekerja walaupun banyak kendala yang dihadapi di setiap daerah binaan, seperti kebiasaan para penenun yang sudah turun-temurun dan sulit diubah. “Berikan pengertian dan eksistensi. Insya Allah, suatu saat mereka mengerti dan bersedia melakukan perubahan demi kebaikan mereka sendiri,” kata Ibu Ani.

Ibu Negara juga menyambut baik rencana kerjasama CTI dengan Garuda Indonesia yang memberikan paket wisata kepada wisatawan Jepang yang akan berkunjung ke Bali untuk melihat secara langsung ke desa tenun Sidemen. “Saya berharap desa Sidemen dapat disiapkan dengan sungguh-sungguh agar para turis sekali datang ke sana merasa puas dan tidak kecewa,” Ibu Ani menjelaskan.

Persiapan yang dimaksud adalah, selain mmemperlihatkan proses pembuatan tenun, juga menyangkut lingkungan dan fasilitas penunjang lainnya guna kenyamanan para turis. “Teruskan kerjasama yang baik ini, hingga tenun kita bisa berbicara di dunia,” Ibu Negara menandaskan.

Menurut Ibu Ani, pemasaran merupakan hal yang terpenting karena pasarlah yang menentukan meningkat tidaknya produksi tenun Indonesia. Faktor kesulitan menembus pasar inilah yang menyebabkan menurunnya produksi tenun Indonesia. “Oleh karenanya, keikutsertaan tenun di berbagai pameran dunia menjadi penting,” ujar Ibu Ani. Selain itu, lanjut Ibu Ani, sinergisitas antar elemen menjadi hal krusial yang harus dilakukan seperti yang telah dilakukan CTI dan BKPM dalam konteks marketing dan investasi di Indonesia.

Selain tetap berusaha memasarkan tenun Indonesia di mata dunia, Ibu Negara juga mengharapkan agar pasar dalam negeri harus tetap dijaga. “Jangan sampai lepas dan direbut oleh pasar tenun dari mancanegara,” kata Ibu Ani.

Ibu Ani meyakini bahwa tenun tidak lama lagi akan menyusul batik yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. Ibu Negara juga menyambut gembira akan adanya 2 brand fashion dunia yang akan menggunakan tenun Indonesia sebagai bahan produk mereka. “Namun, sebagai syarat adanya kerjasama, perlu adanya label khusus untuk setiap produk yang menggunakan tenun Indonesia. Sehingga, nama dan kualitas produk domestik juga ikut dikenal secara global,” Ibu Ani menegaskan.

Terkait skema bantuan kepada para perajin, Ibu Negara kembali mengingatkan dapat menggunakan fasilitas PNPM Mandiri dan KUR tanpa agunan. Dalam hal ini, peran perbankan amat penting. “Kepada kalangan perbankan, saya mengimbau agar lebih aktif menyalurkan kredit kepada para perajin, bagus apabila bisa menjemput bola,” Ibu Ani menandaskan.

About alqonews

tolalitas pada sesuatu itu dalah keharus dalam pilihan hidup. ihktiar suatu yg wajib dilakun semakin sempitnya dunia terhadap ruang gerak individu yang termajilakan secara sistem. kebebasa adalah hak mutlak..!!
This entry was posted in Sosial Budaya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s