Pengungsi Sinabung Terjangkit ISPA, Kemenkes Kirim Masker

Kabanjahe – Pasca meletusnya Gunung Sinabung warga Tanah Karo yang mengungsi Penyakit infeksi saluran pernapasan. Hariati Sebayang (38), seorang warga pengungsi yang ditemui di salah satu posko pengungsian di Jambur Taras, Berastagi, Senin, mengatakan, ia beserta dua anggora keluarganya sudah mulai mengalami batuk dan sesak nafas.

Batuk dan sesak nafas mulai mereka rasakan sejak Minggu malam, beberapa jam setelah kejadian meletusnya gunung tertinggi di Sumatera itu, yang bukan hanya mengeluarkan lava pijar tapi juga debu vulkanik yang cukup tebal.

Hariati dan keluarga agak terlambat mengungsi, karena awalnya mengira letusan Sinabung tidak akan berdampak serius. Mereka akhirnya juga mengungsi menyusul asap dan debu yang semakin tebal.

“Tapi saya dan dua anak saya sudah mendapat mengobatan dari posko kesehatan yang disediakan pemerintah di Jambur ini. Mudah-mudahan tidak terlalu parah,” katanya.

Hal yang sama juga dirasakan Dirson Sinulingga (45), warga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo yang ditemui di lokasi pengungsian Jambur Lige, Kabanjahe.

Ia justru mengaku sudah mulai merasakan sesak nafas sejak Sabtu (28/8) atau sehari sebelum Gunung Sibanung menunjukkan aktivitas vulkanologi dengan mengeluarkan debu tebal.

“Debunya memang cukup tebal. Meski sudah pake masker mungkin ada juga debunya yang terhisap,” katanya.

Maria Tarigan (28), salah seorang tim medis dari Dinkes Tanah Karo mengakui memang sudah ada beberapa warga yang mengeluhkan sesak nafas dan batu-batuk akibat terhisap debu yang disemburkan Gunung Sinabung.

Meski demikian, lanjutnya, tim medis sudah memberikan layanan yang cukup prima kepada mereka dengan memberikan obat untuk mengantisipasi penyakit tersebut.

“Kita tetap siaga melayani kesehatan pengungsi dalam beberapa hari ini sampai kondisi kembali aman,” katanya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mengeluarkan perintah pengosongan 13 desa di sekitar kaki Gunung Sinabung.

Perintah tersebut sengaja dikeluarkan demi menghindari dampak berbahaya bagi masyarakat sekitar gunung dari gangguan pernafasan, mengingat hujan debu vulkanik masih terus menyebar di sekitarnya.

Ke-13 desa berada di wilayah tiga kecamatan masing-masing Kecamatan Namo Trans, Payung dan Tiga Ndreket, berada pada posisi terlarang atau sekitar radius enam kilometer dari kaki gunung.

Kementerian Kesehatan mengirimkan puluhan ribu masker untuk mencegah pengungsi Gunung Sinabung terkena penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

“Ada 30.000 masker baru, kemarin sudah dikirimkan 20 ribu masker untuk pengungsi,” kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di Jakarta, Senin.

Selain masker, untuk hari-hari awal pascaperistiwa meletusnya Gunung Sinabung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memfokuskan pada penanganan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan udara dan lingkungan karena banyaknya abu yang bertebaran di udara.

“Kalau awal-awal berhubungan dengan pernapasan, dan diperkirakan beberapa hari ke depan akan muncul juga penyakit yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan, seperti kurangnya air bersih yang menyebabkan diare,” papar Menkes.

Anak-anak dan bayi disebut Menkes akan mendapat perhatian khusus karena mereka merupakan golongan rentan penyakit jika kekurangan makanan.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Adhitama mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai timbulnya penyakit di kalangan pengungsi.

“Sampai saat ini belum ada penyakit meskipun beberapa hari ke depan keluhan-keluhan itu kemungkinan besar ada,” katanya.

Tjandra berharap 60 ribu masker yang berasal dari bantuan berbagai pihak tersebut dapat membantu mencegah masuknya bahan polutan ke paru-paru dan saluran napas. Gunung Sinabung, Sumatera Utara, meletus pada Minggu (29/8) dini hari. Sementara ini, ribuan orang masih mengungsi karena letusan susulan masih kerap terjadi

About alqonews

tolalitas pada sesuatu itu dalah keharus dalam pilihan hidup. ihktiar suatu yg wajib dilakun semakin sempitnya dunia terhadap ruang gerak individu yang termajilakan secara sistem. kebebasa adalah hak mutlak..!!
This entry was posted in Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s