Indonesia Perlu Kembangkan Teknologi Berekayasa Budaya

Yogyakarta– Bangsa Indonesia perlu menetapkan strategi pengembangan teknologi melalui rekayasa budaya yang mampu memperkuat basis inovasi teknologinya, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

“Sifat progresif perlu dikembangkan untuk mengisi kebudayaan Indonesia yang modern dan maju agar mampu mengejar kemajuan bangsa lain di bidang teknologi dan ekonomi,” katanya di Yogyakarta, Rabu.

Dalam pengukuhan Dewan Riset Daerah (DRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa bakti 2010-2013 itu, Sultan HB X mengemukakan, orientasi progresif perlu dikembangkan untuk membalik kelemahan sistem teknologi dan ekonomi dalam kebudayaan daerah yang umumnya bersifat ekspresif.

“Usaha peningkatan mutu profesionalisme, keterampilan teknis, dan penguasaan teknologi harus sejalan dengan pembinaan karakter yang tangguh, mentalitas mandiri, dan etos kerja produktif bermutu,” katanya.

Ia mengatakan, bertolak dari pemahaman itu, DRD dibutuhkan perannya untuk pengembangan daerah melalui upaya teknologis dengan meningkatkan kemampuan operasional, adaptif, inovatif, rekayasa produksi, pelaksanaan proyek, pembuatan barang modal, dan penelitian dan pengembangan teknologi.

“Hal itu harus dapat dijadikan acuan awal visi dan misi DRD DIY agar teknologi mampu sebagai wahana pemberdayaan, peningkatan kesejahteraan, keunggulan, dan kemandirian daerah dan bangsa sehingga mampu bersaing di percaturan teknologi dan ekonomi global,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua Tim Seleksi DRD DIY Tri Harjun Ismaji mengatakan, pembentukan DRD DIY penting karena DIY merupakan barometer hasil penelitian terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknoogi (iptek).

Menurut dia, pembentukan DRD dirancang untuk memperkuat fungsi penelitian, pengembangan sekaligus pengintregrasian riset terkait dengan iptek sehingga mampu merumuskan strategi pengembangan iptek.

“Selain itu, juga dapat memberi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan riset iptek, mendorong kecintaan masyarakat pada penelitian, menjadikannya sebagai rujukan penelitian, dan mengimplementasikan hasilnya untuk menunjang ketercapaian visi misi dan keberhasilan pembangunan di DIY,” katanya.

DRD DIY yang dikukuhkan sebanyak 22 orang yang terbagi dalam 10 klaster, yakni klaster pendidikan, kesehatan, pertanian), Ekonomi Keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi, kebencanaan dan lingkungan hidup, kebudayaan dan pariwisata), pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik.

About alqonews

tolalitas pada sesuatu itu dalah keharus dalam pilihan hidup. ihktiar suatu yg wajib dilakun semakin sempitnya dunia terhadap ruang gerak individu yang termajilakan secara sistem. kebebasa adalah hak mutlak..!!
This entry was posted in Teknologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s