“2 Tahun” 2 Wartawan Tewas Di Tangan Mafia

Meksiko-Sebuah koran terkemuka di Meksiko memohon kepada para penguasa kartel obat bius di negara tersebut untuk memberitahu mereka bagaimana menulis berita yang tidak menyinggung. Permohonan ini menyusul kematian seorang fotografer yang diduga dilakukan oleh pihak kartel.

Hal ini disampaikan oleh koran terkemuka di Ciudad Juarez, El Diario de Juárez, pada sebuah editorial halaman pertamanya yang berjudul “Apa yang kalian mau dari kami?”. Tulisan ini dimaksudkan untuk para mafia pedagang obat bius di kota tersebut.

Pada artikel tersebut, El Diario memanggil para penjahat tersebut dengan nama “senores” atau tuan-tuan. Koran ini menanyakan kepada para mafia tersebut mengenai mana berita yang boleh dan tidak boleh untuk di terbitkan. Pemberitaan yang dinilai menyinggung para mafia mendapatkan konsekuensi yang berat, yaitu kematian. Dalam dua tahun ini saja sudah dua wartawan yang tewas di tangan mafia.

“Kami ingin kalian tahu bahwa kami adalah komunikator bukan pembaca pikiran. Kami tidak ingin ada lagi yang mati. Tidak mungkin untuk bekerja dalam kondisi seperti ini. Maka dari itu, beritahukanlah kepada kami apa yang kalian harapkan,” tulis editorial itu lagi.

Dalam editorial tersebut, El Diario bahkan mengakui bahwa kartel obat bius adalah penguasa yang diakui di kota Juarez. Mereka menyesalkan petugas keamanan yang tidak bisa melakukan apapun dalam mencegah kematian rekan mereka. El Diario mengatakan bahwa mereka kerap kali meminta perlindungan dari penegak hukum, namun tidak berguna.

“Bahkan dalam perang ada peraturan untuk melindungi pekerja media. Oleh karena itu, jelaskan kepada kami apa yang kalian inginkan dari kami agar kami tidak perlu membayarnya dengan nyawa rekan-rekan kami,” tulis editorial itu lagi.

Koran El Diario de Juárez adalah koran yang paling berani dalam menyampaikan pemberitaan mengenai kekacauan di Meksiko. Padahal koran-koran lain tidak berani menuliskannya karena ketakutan dan intimidasi dari para kartel. Mereka kemudian dikejutkan oleh penembakan seorang fotografernya, Luis Carlos Santiago, 21, pada saat hendak makan siang.

Walaupun demikian, El Diario tidak melakukan sensor apapun kepada pemberitaannya. Untuk saat ini, mereka hanya ingin tahu apa yang disebut oleh para kartel pemberitaan yang melewati batas.

“Kami ingin tahu bagaimana pandangan mereka dan kami akan menyampaikannya kepada para pembuat keputusan di koran ini. Kami sendirian di sini, tidak ada penegakan hukum,” ujar editor berita El Diario, Rocio Gallegos.

El Diario masih menunggu keputusan investigasi polisi terkait pembunuhan reporter mereka pada tahun 2008. Armando Rodriguez ditembak di dalam mobil di luar rumahnya. Sekitar 6.400 kasus pembunuhan di Juarez pada dua tahun terakhir, hanya sedikit yang berhasil dipecahkan.

Juarez adalah kota berpopulasi 1,3 juta jiwa. Kota ini merupakan titik penyelundupan yang berbatasan dengan El Paso. Sebanyak 28.000 orang tewas di Mexico sejak Presiden Felipe Calderon mengumumkan perang dengan kartel obat bius pada 2006. Sekitar 30 pekerja media dilaporkan hilang atau dibunuh, beberapa dari mereka disiksa dan dimutilasi. Hal ini menjadikan Meksiko adalah tempat paling berbahaya bagi wartawan.

About alqonews

tolalitas pada sesuatu itu dalah keharus dalam pilihan hidup. ihktiar suatu yg wajib dilakun semakin sempitnya dunia terhadap ruang gerak individu yang termajilakan secara sistem. kebebasa adalah hak mutlak..!!
This entry was posted in Peristiwa. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s