Vidio Kekerasan Papua Tuntut Keadilan

Jakarta-Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan atau KontraS mendesak pemerintah dengan tegas membuktikan pelaku penyiksaan yang diduga dilakukan di Papua terhadap sejumlah orang.

Koordinator KontraS Haris Azhar mengatakan, selama ini terdapat sejumlah video yang menggambarkan penyiksaan dan diduga kuat melibatkan anggota Tentara Nasional Indonesia atau TNI. Akan tetapi, pengusutan terhadap masalah tersebut selalu menemui jalan buntu.

Ketika TNI menyatakan penolakan atas keterlibatan anggotanya, kasus semacam itu kemudian menguap tanpa hasil. Terkait dengan kemunculan cuplikan video penyiksaan sejumlah orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka atau OPM, Haris mengkhawatirkan adanya skenario penanganan yang sama seperti sebelumnya.

Ia menilai, TNI atau bukan pelakunya, pemerintah harus menyelidiki kasus tersebut secara tuntas agar TNI tidak terus-menerus mendapatkan citra buruk. “Kalau tindakan itu dilakukan di Indonesia, kalau tindakan itu korbannya orang Indonesia, ada kewajiban hari ini bagi pemerintah untuk melakukan investigasi atas kejadian itu,” kata Haris di kantor KontraS, Menteng, Jakarta Pusat,

“Orang beranggapan itu pasti militer, apalagi ada yang pakai pakaian militer, ada yang pakai (senapan) M16. Tapi kalau TNI merasa dirugikan, jangan cuma bilang, ‘Bukan kami pelakunya.’ Buktikan!” ungkapnya.

Haris menambahkan, siapa pun pelaku penganiayaan dalam video tersebut telah menunjukkan kebrutalan yang semestinya tidak dilakukan ketika menginterogasi seseorang.

Dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menginstruksikan semua jajarannya untuk memeriksa kebenaran video rekaman penyiksaan warga Papua yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) oleh oknum-oknum yang diduga anggota TNI.

“Saya baru terima laporannya juga. Jadi sedang kita perintahkan untuk mengecek kebenarannya itu,” ungkap Agus, yang mengaku belum melihat rekaman tersebut, di Gedung DPR RI,

Namun, jika terbukti benar, lanjutnya, Agus akan menghormati proses hukum yang berlaku untuk menindak para oknum prajurit yang terlibat. Hanya saja, sekali lagi, Agus menekankan pada hasil pengecekan kebenaran yang tengah dilakukan. menurutnya, aturan-aturan untuk ,mengitrogasi kawasan separatis sudah diatur dalam ketentuan diman HAM menjadi catatan Pentingnya. Kan ada aturan-aturan, bagai mana menyusun sebuah berita acara. saya kira demikina, kita akan cek dulu.” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan Tentara Nasional Indonesia (TNI )mengakui kebenaran isi video kekerasan berjudul “Indonesia Military Ill-Treat and Torture Indigenous Papua” yang ditayangkan YouTube sejak Sabtu lalu.

Konfirmasi kebenaran ini disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto kepada para wartawan, Jumat di Kantor Presiden, Jakarta, setelah diadakan penyelidikan oleh TNI, Kementerian Pertahanan, dan Kemenko Polhukam.

“Ada tindakan prajurit di lapangan yang berlebihan,” ujar Djoko, didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Ketiganya, dan juga menteri terkait lainnya, dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Kantor Presiden guna membicarakan soal video yang ditayangkan sejak Sabtu lalu. Djoko mengatakan, berdasarkan laporan awal, korban yang berada di video tersebut diduga adalah pelaku penembakan karyawan perusahaan yang berada di Papua, seperti Freeport Indonesia.

Korban juga diduga pelaku instabilitas keamanan di Papua. Ketika ditanya soal identitas pelaku, Djoko enggan mengatakan. Mantan Panglima TNI ini hanya mengatakan, penyelidikan saat ini terus dilangsungkan.

Saat ini, sudah ada tim khusus yang menyelidiki kasus ini. Sebelumnya, Kamis kemarin, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ifdhal Kasim mengatakan, video tersebut benar. Diperkirakan, video direkam pada 12 April. Sementara korban kekerasan diduga bernama Kindeman Gire, pendeta sebuah gereja di Desa Hurage. Korban saat ini diperkirakan sudah meninggal.

About alqonews

tolalitas pada sesuatu itu dalah keharus dalam pilihan hidup. ihktiar suatu yg wajib dilakun semakin sempitnya dunia terhadap ruang gerak individu yang termajilakan secara sistem. kebebasa adalah hak mutlak..!!
This entry was posted in Peristiwa. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s